Perpustakaan Nasional Layanan SSKCKR Bebas Biaya
SAKEDAP
Sistem AKses Elektronik Deposit Aman dan Praktis

Detail Koleksi

Jenis Bahan Monograf
Judul Sekeping tanda mata : (sheer souvenir) : kumpulan puisi dwibahasa / penulis, Hendro Siswanggono ; penerjemah, Fabiola Dharmawanti Kurnia ; editor, Yuliati Susetyo Wardani
Judul Asli
Pengarang Hendro Siswanggono, 1952- (penulis); Fabiola Dharmawanti Kurnia (penerjemah); Yuliati Susetyo Wardani (editor)
Penerbitan Surabaya : CV. Delima, Surabaya, 2026
Tahun Terbit 2026
Lokasi Penerbitan Surabaya
Penerbit CV. Delima, Surabaya
Deskripsi Fisik xiv, 198 halaman ; 23 cm
ISBN 978-623-8154-58-6
Subjek Puisi Indonesia
Tag Ind1 Ind2 Isi
LEADER 02984cam a2200361 a 4500
001 INLIS000000001885446
003 CB########jii#20260
005 20261010100233.0
006 a####g######000#p#
007 ta
008 260508s2026####jii####g######000#p#ind##
020 # # $a 978-623-8154-58-6
035 # # $a 0010-0526011346
040 # # $a JKPNPNA $b ind$e rda
041 1 # $a indeng
082 0 4 $a 899.221 1 $2 [23]
084 # # $a 899.221 1 HEN s
100 0 # $a Hendro Siswanggono, $d 1952- $e penulis
245 1 0 $a Sekeping tanda mata : $b (sheer souvenir) : kumpulan puisi dwibahasa / $c penulis, Hendro Siswanggono ; penerjemah, Fabiola Dharmawanti Kurnia ; editor, Yuliati Susetyo Wardani
250 # # $a Cetakan kesatu, Mei 2026
264 # 1 $a Surabaya : $b CV. Delima, Surabaya, $c 2026
300 # # $a xiv, 198 halaman ; $c 23 cm
336 # # $a teks $2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara $2 rdamedia
338 # # $a volume $2 rdacarrier
520 # # $a Buku puisi berjudul “Sekeping Tanda Mata” ini memuat 84 judul puisi karya Hendro Siswanggono. Puisi-puisi Hendro, dalam buku ini lahir dari perjumpaan panjang antara pengalaman, ingatan, dan perenungan yang tidak selalu menemukan jawabannya. Ia tidak hadir sebagai sesuatu yang utuh dan selesai, melainkan sebagai serpihan—seperti tanda mata—yang ditinggalkan oleh waktu, oleh peristiwa, dan oleh batin yang terus bergerak. Di dalam kumpulan ini, pembaca akan menjumpai beragam lanskap: alam yang hidup dalam “Air”, “Danau”, “Gunung Kawi”, hingga “Erupsi Merapi”; ruang-ruang batin yang sunyi dalam “Aku Hilang”, “Malam Kosong dengan Setengah Bayangan”, dan “Tidak Ada”; serta jejak relasi manusia yang rapuh dan hangat dalam “Pertemuan”, “Perpisahan”, dan “Rindu”. Semua itu saling berkelindan, membentuk semacam perjalanan—kadang terang, kadang gelap, sering kali gamang. Puisi-puisi ini tidak berusaha menjadi megah atau menjelaskan segalanya. Ia lebih memilih berbisik, menyisakan ruang bagi pembaca untuk menafsirkan, merasakan, bahkan mungkin menemukan kembali potongan dirinya sendiri di antara larik-larik yang sederhana. Sebab pada akhirnya, setiap puisi adalah cermin yang tidak pernah benar-benar jujur, tetapi selalu terasa dekat. Judul Sekeping Tanda Mata sendiri mengisyaratkan sesuatu yang kecil namun bermakna—sebuah kenangan, sebuah rasa, atau mungkin luka yang tidak sepenuhnya sembuh, tetapi tetap disimpan. Buku ini adalah upaya untuk merawat kepingan-kepingan itu, agar tidak hilang begitu saja dalam derasnya waktu. Puisi-puisi dalam buku ini disajikan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
650 # 4 $a Puisi Indonesia
700 0 # $a Fabiola Dharmawanti Kurnia $e penerjemah
700 0 # $a Yuliati Susetyo Wardani $e editor
850 # # $a JKPNPNA
852 # # $a Perpustakaan Nasional Republik Indonesia $f JKPNPNA
856 # # $u https://pustakalima.com/sekeping-tanda-mata-sheer-souvenir-kumpulan-puisi-dwibahasa-oleh-hendro-siswanggono/
999 # # $a CB-D.13 2026-026676
Item ID Nomor Panggil Lokasi
00005088850 CB-D.13 2026-026676 Lantai 07E (Koleksi Deposit Monograf)
00005088851 CB-D.13 2026-026676 Lantai 07E (Koleksi Deposit Monograf)
Memuat file...
Loading...